Ini Alasannya Pasutri Perlu Tetap Bercinta Meski Sedang Libur Panjang

Sekarang memang sedang libur panjang. Mungkin Anda tengah berkumpul bersama orang-orang terkasih. Tapi jangan sampai pasutri libur bercinta ya. Ini aneka alasan agar pasutri jangan sampai libur bercinta, dikutip dari Daily Mail, Minggu (27/12/2015): 1. Merangsang Pertumbuhan Sel di Otak Seiring bertambahnya usia, sel-sel otak mengalami penurunan. Bahkan di usia 35 tahun, seseorang kehilangan 7.000 sel otak. Eit jangan sedih. Sebab para ilmuwan dari Princeton University di Amerika Serikat mengatakan berhubungan seks secara teratur bisa membantu menumbuhkan sel-sel baru di otak. Sehingga lebih banyak seks dilakukan maka semakin banyak sel yang tumbuh. Penelitian pada hewan, yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, seks merangsang pertumbuhan sel-sel otak di hippocampus, yakni bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori dan belajar. "Ada beberapa bukti bahwa orang tua yang aktif secara seksual cenderung berkurang risiko demensianya," tutur dr Arun Ghosh, pakar kesehatan seksual di Spire Liverpool Hospital. Seks juga bisa meningkatkan aliran darah ke otak sehingga meningkatkan kadar oksigen. Ini terbukti dari scan MRI yang menunjukkan bahwa selama orgasme, neuron di otak lebih aktif dan menggunakan lebih banyak oksigen. "Tampaknya dengan lebih aktifnya neuron maka butuh semakin banyak oksigen, sehingga darah yang mengandung oksigen dipasok ke wilayah tersebut," ucap Barry Komisaruk, profesor psikologi di Rutgers University. Tak hanya meningkatkan sel-sel otak, seks juga bisa mempertajam pikiran seorang perempuan. Menurut dr Ghosh, hal itu terjadi karena lonjakan hormon seks, khususnya testosteron, yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi. 2. Mengurangi Stres dan Tingkatkan Mood Jika Anda dan istri akan memulai sesi bercinta, cobalah memulainya dengan ciuman bibir. Sebab berciuman memiliki keistimewaan yakni melepaskan zat yang bisa menurunkan stres dan meningkatkan mood. Karena itu menurut dr Gosh, seseorang akan mendapatkan sesi bercinta yang lebih baik jika diawali dengan berciuman terlebih dahulu. Tak cuma itu, berciuman juga akan meningkatkan hormon kesenangan dan membuat Anda lebih mampu menerima apa yang akan terjadi kemudan. "Itu makanya seks yang penuh kasih akan lebih memuaskan ketimbang seks kilat," ucap dr Gosh. 3. Penghilang Rasa Sakit Alami Dituturkan Prof Komisaruk, orgasme dapat memblokir sinyal rasa sakit. Penelitian menggunakan hewan laboratorium dan manusia telah menemukan bahwa orgasme dapat menghambat pelepasan pemancar nyeri dari sumsum tulang belakang sehingga tidak dapat mencapai neuron di otak yang merespons rasa sakit. Bahkan, menurut Prof Komisaruk, orgasme dapat meningkatkan ambang nyeri sehingga efeknya setara morfin. 4. Bikin Senang Paul Thompson, profesor neurologi di University of California, Los Angeles, yang juga ahli pencitraan otak memaparkan ada sirkuit di otak yang terlibat dengan perasaan senang. Daerah ini disebut sebagai limbik, yang mana menjadi aktif ketika seseorang dihargai yang juga bisa dipicu oleh seks, narkoba, judi dan apapun yang sedang dinikmati. "Ada aliran darah lebih banyak ke otak, lebih banyak neuron yang aktif, lebih banyak aktivitas otak," ujar Prof Thompson. Hormon endorfin yang dilepaskan saat berhubungan seks juga bisa membantu mengatasi depresi. Hormon lainnya adalah serotonin yang kerap disebut hormon bahagia lantaran menciptakan rasa bahagia. Terkait pasangan yang menangis usai berhubungan seks, menurut dr Gosh, ini disebabkan kombinasi pelepasan endorfin dan emosi yang tinggi.

Maret 26, 2024 - 00:42
 0  23
Ini Alasannya Pasutri Perlu Tetap Bercinta Meski Sedang Libur Panjang

Sekarang memang sedang libur panjang. Mungkin Anda tengah berkumpul bersama orang-orang terkasih. Tapi jangan sampai pasutri libur bercinta ya.

Ini aneka alasan agar pasutri jangan sampai libur bercinta, dikutip dari Daily Mail, Minggu (27/12/2015):

1. Merangsang Pertumbuhan Sel di Otak

Seiring bertambahnya usia, sel-sel otak mengalami penurunan. Bahkan di usia 35 tahun, seseorang kehilangan 7.000 sel otak.

Eit jangan sedih. Sebab para ilmuwan dari Princeton University di Amerika Serikat mengatakan berhubungan seks secara teratur bisa membantu menumbuhkan sel-sel baru di otak. Sehingga lebih banyak seks dilakukan maka semakin banyak sel yang tumbuh.

Penelitian pada hewan, yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, seks merangsang pertumbuhan sel-sel otak di hippocampus, yakni bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori dan belajar. "Ada beberapa bukti bahwa orang tua yang aktif secara seksual cenderung berkurang risiko demensianya," tutur dr Arun Ghosh, pakar kesehatan seksual di Spire Liverpool Hospital.

Seks juga bisa meningkatkan aliran darah ke otak sehingga meningkatkan kadar oksigen. Ini terbukti dari scan MRI yang menunjukkan bahwa selama orgasme, neuron di otak lebih aktif dan menggunakan lebih banyak oksigen.

"Tampaknya dengan lebih aktifnya neuron maka butuh semakin banyak oksigen, sehingga darah yang mengandung oksigen dipasok ke wilayah tersebut," ucap Barry Komisaruk, profesor psikologi di Rutgers University.

Tak hanya meningkatkan sel-sel otak, seks juga bisa mempertajam pikiran seorang perempuan. Menurut dr Ghosh, hal itu terjadi karena lonjakan hormon seks, khususnya testosteron, yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi.

2. Mengurangi Stres dan Tingkatkan Mood

Jika Anda dan istri akan memulai sesi bercinta, cobalah memulainya dengan ciuman bibir. Sebab berciuman memiliki keistimewaan yakni melepaskan zat yang bisa menurunkan stres dan meningkatkan mood. Karena itu menurut dr Gosh, seseorang akan mendapatkan sesi bercinta yang lebih baik jika diawali dengan berciuman terlebih dahulu.

Tak cuma itu, berciuman juga akan meningkatkan hormon kesenangan dan membuat Anda lebih mampu menerima apa yang akan terjadi kemudan. "Itu makanya seks yang penuh kasih akan lebih memuaskan ketimbang seks kilat," ucap dr Gosh.

3. Penghilang Rasa Sakit Alami

Dituturkan Prof Komisaruk, orgasme dapat memblokir sinyal rasa sakit. Penelitian menggunakan hewan laboratorium dan manusia telah menemukan bahwa orgasme dapat menghambat pelepasan pemancar nyeri dari sumsum tulang belakang sehingga tidak dapat mencapai neuron di otak yang merespons rasa sakit.

Bahkan, menurut Prof Komisaruk, orgasme dapat meningkatkan ambang nyeri sehingga efeknya setara morfin.

4. Bikin Senang

Paul Thompson, profesor neurologi di University of California, Los Angeles, yang juga ahli pencitraan otak memaparkan ada sirkuit di otak yang terlibat dengan perasaan senang. Daerah ini disebut sebagai limbik, yang mana menjadi aktif ketika seseorang dihargai yang juga bisa dipicu oleh seks, narkoba, judi dan apapun yang sedang dinikmati.

"Ada aliran darah lebih banyak ke otak, lebih banyak neuron yang aktif, lebih banyak aktivitas otak," ujar Prof Thompson.

Hormon endorfin yang dilepaskan saat berhubungan seks juga bisa membantu mengatasi depresi. Hormon lainnya adalah serotonin yang kerap disebut hormon bahagia lantaran menciptakan rasa bahagia.

Terkait pasangan yang menangis usai berhubungan seks, menurut dr Gosh, ini disebabkan kombinasi pelepasan endorfin dan emosi yang tinggi.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow